Tugas Ke-5 MAGANG1

 Nama : Nurdiana 

Nim : 11901036

Kelas : PAI 4E


4 Kopetensi Guru Profesional 


1.Kompetensi Profesional Guru

 a. Pengertian Kompetensi Profesional Guru Istilah  kompetensi  berasal  dari  bahasa  Inggris  yaitu, competence yang  diartikan kecakapan    atau kemampuan. Sedangkan kompetensi guru adalah suatu kemampuan yang dimiliki  oleh  guru  dalam  melakukan  kewajibannya  dalam  proses  pembelajaran  maupun diluar proses pembelajaran dengan enuh tanggung jawab.

Profesional  berasaldari  kata  profesi  yang  artinya  suatu  jabatan  atau  pekerjaan  yang mengharuskan  seseorang  untuk  memiliki  keahlian,  bertanggung  jawab  dan  setia  pada pekerjaannya tersebut. Kata profesional merujuk pada hal yaitu orang yang melaksanakan pekerjaan  dn  kinerjanya  dalam  melasakan  pekerjaan.  Guru  profesional  merupakan  guru yang bekerja dan mengajar sesuai dengan bidang keahlian yang dimilikinya.

Di  dalam  Standar  Nasional  Pendidikan  dijelaskan  pada  Pasal  28  ayat  (3)  butir  c menyebutkan   bahwa   yang   dimaksud   dengan   kompetensi   profesional   adalah   suatu kemampuan dalam menguasai materi pembelajaran secara luas dan mendalam agar peserta didik   dapat   memenuhi   standar   nasional   pendidikan.   Mampu   dalam   memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam mengembangkan diri.

Menurut Hamzah B Uno, kompetensi profesional merupakan suatu kemmapuan yang harus ada dalam diri guru. Seorang guru wajib mempunyai kompetensi profesional yang mencakup   , kemampuan   dalalm   merencanakan,   melaksanakan,   mengevaluasi   dan mengembangkan pembelajaran. Menurut Suharsimi Arikunto menyatakan bahwa, kompetensi profesional merupakan penguasaan materi pembelajaran, metode pembelajaran,  yang harus dimiliki oleh seorang guru dan guru mampu untuk mengaplikasikannya dalalm proses pembelajaran. Sedangkan  Marintis Yamin menyatakan bahwa syarat guru profesional meliputi : 1) mempunyai  kemampuan  dalam  mendidik,  2)  mempunyai  keahlian  yang  terintegrasi,  3) Sehat jasmani maupun Rohani, 4) Mempunyai kemampuan dalam mengajar 5) Mempunyai pengalaman dan pengetahuanyang luas.

Menurut  Imam  Al-Ghazali  sosok  guru  yang  profsional  ialah  guru  yang  cerdas  dan sempurna akalnya juga guru yang baik akhlaknya dan kuat jasmaninya. Guru yang cerdas dan sempurna akalnya akan memiliki pemahaman ilmu pengetahuan yang luas begitu juga dengan baik akhlaknya akan menjadi contoh dan suri tauladan bagi peserta didiknya dan dengan  sehat  jasmaninya  guru  dapat  melaksanakan  proses  pembelajaran  dengan  baik dikelas.

Selain  itu  Imam  Al-Ghazali  meengatakan  tugas  guru  profesional  secara  khusus meliputi: Pertama memeiliki rasa kasih sayang, karena praktek mengajar merupakan suatu keahlian dari profesi seorang guru jadi rasa kasih sayang penting ditimbulkan agar adanya rasa percaya diri dan rasa tentram pada diri peserta didik dan guru. Kedua guru profesional yang mengajar haruslah orang yang memiliki ilmu, jadi seorang guru dalam mengajar tidak boleh mengharapkan pujian dan upah dari peserta didiknya. Guru harus mengajarkan ilmu kepada  peserta  didiknya  semata-mata  karena  Allah  SWT. Ketiga guru  harus  mamiliki kemampuan  dalam  mengarahkan  peserta  didik  dan  menjadi  pengawas  yang  jujur  bagi peserta  didiknya.  Seorang  guru  harus  mengingatkan  peserta  didiknya  bahwa  tujuan  dari belajar ialah untuk mendekatkan diri kepada sang maha penciptadan tujuan belajar bukan hanya   untuk   meraih   prestasi   saja   akan   tetapi   yang   terpenting   adalah   ilmu   untuk dikembangkan dan disebarluaskan semata—mata untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Jadi  dapat disimpulkan, Kompetensi  Profesioal  Guru  merupakan  kemampuan  guru dalam    meguasai    pembelajaran    menncakup:    merencanakan,    melaksanakan,    dan mengevaluasi pembelajaran yang sesuai dengan bidang keahliannya.Kompetensi  profesional  yang  harus  dimiliki  oleh  seorangguru  adalah  sebagai berikut:

1) Mampu  dalam  menguasai  materi  pembelajaran,  struktur,  konsep  dan  pola  pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang di ampu.

2) Penguasaan pada standar kompetensi dasar mata pelajaran yang diampu.

3) Mampu dalam mengembangkan materi pembelajaran dengan kreatif dan inovatif

4) Melakukan kegiatan reflektif secara berkesinambungan dalam yang bertujuan untuk mengembangka  keprofesionalan

5) Mampu   dalam   memanfaatkan   teknologi   informasi   dan   komunikasi   dalam mengembangkan diri.

b. Ruang Lingkup Profesional Guru Adapun Ruang lingkup kompetensi profesional guru meluputi :

1)Memiliki  kemampuan  dalam  memahami  dan  mengimplementasikan  landasan kependidikan baik psikologis, filosofis, sosiologis dan sebagainya

2)Memiliki  kemampuan  dalam  mengimplementasikan  teori  belajar  yang  sesuai dengan tingkat pekembangan peserta didik

3) Memiliki  kemampuan  dalam  mengembangkan    materi  pelajaran  yang  di ampuhnya

4) Memiliki   kemampuan   dalam   menggunakan   metode   pembelajaran   yang bervariasi

5) Memiliki  kemampuan  dalam  memanfaatkan  berbagai  alat,  media  dan  sumber belajar

6) Memiliki   kemampuan   dalam   mengatur   dan   melaksanakan   program belajaran

7) Memiliki kemampuan dalam mengevaluasi hasil belajar peserta didik

8)Memiliki kemampuan dalam membentuk kepribadian peserta didik

Kompetensi  profesional  guru  menuntut  agar  seorang  guru  mampu  dalam memilih,  memilah  dan  mengelompokkan  materi  pembelajaran  yang  akan  diajarkan  pada peserta didik dan disesuaikan dengan jenisnya. Kompetensi profesional juga menuntut guru agar  mampu  untuk  menguasai  materi  pelajaran  yang  diajarkan  kepada  peserta  didik termasuk langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam memperdalam penguasaan bidang studi  yang  di  ampunya.  Seorang  guru  harus  ahli  dalam  bidangnya,  jika  guru  tidak  ahli dalam bidangnya maka akan sulit dalam melaksanakan pekerjaannya. Pentingnya keahlian dalam suatu pekerjaan dinyatakan Rasulullah Saw, melalui sabdanya :

“Apabila suatu  pekerjaan diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya maka tunggulah kehancuran . “ (H.R. Bukhari) Hadist di atas menjelaskan bahwa dalam melakukan sebuah pekerjaan maka haruslah  diserahkan  kepada  ahli  dalam  bidangnya,  dan  apabila  sebuah  pekerjaan  tidak dikerjakan  oleh  yang    bukan  ahli  dalam  bidangnya  maka  pekerjaan  tersebut  tidak  akan maksimal hasilnya. Begitu juga dengan guru, guru harus memiliki keahlian di bidang studi yang  di  ampunya.  Karena  keahlian  merupakan  syarat  yang  mutlak  untuk  meningkatkan kualitas   pendidikan.   Oleh   karena   itu   seorang   guru   harus   berusaha   terus   dalam meningkatkan ilmunya dan menguasai ilmu yang diajarkan kepada peserta didik. Dengan demikian maka guru tidak akan mengalami kesulitan  dalam melaksanakan pembelajaran sehingga proses pembelajaran akan berjalan dengan lancar dan menyenangkan.

c. Syarat atau Kriteria Guru Profesional Adapun syarat dam kriteria guru profesional sebagai berikut :

a) Sehat jasmani dan rohani

 b) Takwa kepada Allah Swt

c) Berlaku adil

d) Berwibawa

 e) Mempu dalam merencanakan dan melaksanaka  evaluasi pembelajaran

 f) Menguasai bidang yang ditekuni

2. Pembelajaran Tematika.Pengertian Pembelajaran TematkTematik merupakan suatu model pembelajaran terpadu (integrated instruction) yang sistem pembelajarannya memungkinkan siswa secara individual maupun kelompok, aktif dalam  menggali  dan    menentukan  suatu  konsep  serta  prinsip-prinsip  keilmuan  secara holistic. Pembelajaran tematik adalah kegiatan belajar mengajar yang dikemas dari satu tema atau satu topik tertentu dan dielaborasikn dari berbagai aspek serta ditinjau dari berbagai pandangan mata pelajaran.

Menurut  Trianto  menyebutkan  pembelajaran  tematik  adalah  pembelajaran  yang dirancang  dari  identifikasi  berbagai  mata  pelajaran  yang  dikaitkan  antara  mata  pelajaran satu dengan lainnya dalam sebuah tema. Dari beberapa pendapat diatas, maka dapat disimpulkan definisipembelajaran tematik adalah  proses  belajar  yang  dikemas  dengan  sebuah  tema  dari  identifikasi  berbagai  mata pelajaran dan kemudian dikaitkan dengan materi dari mata pelajaran lainnyaMengapa  perlu  diadakannya  pembelajaran  tematik?Sesuai  dengan  landasan  yuridis pada  kurikulum  2013,  di  dalam  Undang-Undang  Nomor  20  Tahun  2003  tentang  Sistem Pendidikan  Nasional.  Mengapa  perlu  diadakannya  pembelajaran  tematik?  karena  dalam pembelajaran tematik menekankan keterlibatan peserta didik dalam proses belajar secara aktif sehingga peserta didik memperoleh pengalaman secara langsung danterlatih untuk dapat  menemukan  sendiri  berbagai  pengetahuan  yang  dipelajarinya.  Dengan  harapan peserta didik akan menerapkan konsep  yang diperolehnya dalam kegiatan belajar sambil melakukannya secara riil.

b. Implementasi Pembelajaran Temarik Pelaksanaan  pembeajaran  tematik  di  pengaruhi  oleh  seberapa jauh  pembelajaran tersebut direncanakan sesuai dengan kondisi dan potensipesertadidik.  Dalam merancang pelaksanaan pembelajaran. Tematik di sekolah terdapat dua cara yaitu :Pertama:

a) Menetapkan tema-tema yang akan diajarkan.

b) Mengidentifikasi dan memetakan kompetensidasar.

c) Tema yang ditetapkan harus memperhatikan lingkungan terdekat dengan siswa Kedua,

Adapun  Langkah  Pembelajaran  Tematik,  tahapan  guru  mengajar  tematik dikelas menurut Depdiknas :

a)      Tahap Apersepsi (Pembuka)  :kegiatan  yang dilakukan di awal pembelajaran untuk memotivasi siswa mengetahui pengetahuan awal siswa memancing rasa ingin tahu siswa.

b)      Tahap penyampaian Informasi :kegiatan yang dilakukan guru untuk memberi informasi tentang apa yang di dipelajari seputar tema.

c)      Tahap  partisipasisiswa:  melakukankegiatan  yang  melibatkan  aspek  kognitif, afektif dan psikomotor.

d)      Tahap Penutup (Evaluasi dan Tindak lanjut) : kegiatan penutup untuk memberi penguatan untuk siswa tentang apa  yang dibahas/dipelajari pada hari tsb, dan untuk mengetahui sejauh mana siswa sudah dapat menerima pelajaran.

c. Kelebihan  dan Kekurangan Pembelajaran Tematika Kelebihan

1) Menyenangkan,  karena  pembelajaran  tematik  bedasarkan  dari  minat  dan kebutuhan peserta didik

2) Memberikan    kebutuhan    belajar    dan    mengajar    dan    memberikan pengalaman belajar

3) Pembelajaran yang bertahan lebih lama dan lebih bermakna

4) Membantu dalam pengembangan keterampilan berfikir peserta didik yang disesuaikan dengan permasalahan yang sedang dihadapi

5) Mengembangkan kemampuan sosial dan melalui kerjasama

6) Peserta  didik mempunyai  sikap  toleransi  dan  lebih  tanggap  terhadap pedapat orang lain.

7) Pembelajaran  yang  bersifat  nyata  dan  disesuaikan  dengan  permasalahan yang sedang terjadi di dalam kehidupan sehari-hari.

b) Kelemahan Kelemahan  pembelajaran  tematik  terjadi  apabila guru kurang  dalam menguasai   materi   pembelajaran   secara   mendalam   dan   kurang   dalam menguasai penjabaran tema sehingga  guru akan sulit pembelajaran tematikuntuk mengaitkan tema dengan materi pokok setiap mata pelajaran.

d. Faktor penghambat dan pendukung pembelajaran tematik

a) Guru,  merupakan  salah  satu  yang  menentukan  keberhasilan  dalam  proses pembelajaran tematik, karena dengan pemahaman dan pengalaman guru yang dimiliki  oleh  guru  maka  akan  menentukan  berhasil  atau  tidaknyaproses pembelajaran

b) Peserta  didik,  dengan  kemampuan    belajar  yang  dimiliki  peserta  didik berbeda-beda maka adanya perlakuan yang sedikit berbeda dari pihak guru.

c) Sarana  dan  prasarana  menjadi  faktor  penunjang  dalam  proses  pembelajaran tematik

d) Lingkungan, yang  dimaksud  ialah  kepala  sekolah  dan  masyarakat  sekitar dalam   melakukan   partisipasinya   terhadap   proses   pembelajaran   yang dilaksanakan di sekolah.

 

REFERENSI : Nurjanah, Siti. 2016. Kompetensi Profesional Guru.  lycheangga.blogspot.com. Tanggal akses 14 oktober 2016

Komentar