Tugas ke-4 MAGANG1

 Nama : Nurdiana

Nim : 11901036

Kelas : PAI 4E


KURIKULUM SEKOLAH, AKTIFITAS SISWA & PEMBELAJARAN 

1. Kurikulum Sekolah

a. pengertian kurikulum

    kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta bahan yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (Rusma, 2009: 3).

Menurut para ahli pengertian kurikulum 

1. J.Galen Saylor dan Wiliem M. Alexamder, kurikulum adalah segala sesuatu upaya sekolah untuk mengetahui pembelajaran baik di rumah, kelas, di taman bermain, atau di luar sekolah. 

2. Harold B. Albertsycs, kurikulum adalah semua kegiatan yang di sediakan oleh sekolah untuk siswa.

3. J. Lloyd Trump dan Delmas F. Miller, kurikulum adalah semua hal yang dapat mempengaruhi proses pembelajaran termasuk metode mengajar, cara mengevaluasi murid, program studi, bimbingan dan penyuluhan, supervisi dan administrasi dan lain sebagainya. 

B. Ruang Lingkup Kurikulum

Kurikulum  merupakan  bagian  integral  dari  kurikulum  tingkat  satuan pendidikan (KTSP) dan manajemen berbasis sekolah (MBS).Ruang lingkup manajemen kurikulum meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan evaluasi kurikulum. Pada tingkat satuan pendidikan kegiatan kurikulum lebih  mengutamakan  untuk  merealisasikan  dan  merelevansikan  4  antara kurikulum   nasional   (standarkompetensi/   kompetensi   dasar)   dengan kebutuhan   daerah   dan   kondisi   sekolah   yang   bersangkutan,   sehingga kurikulum  tersebut  merupakan  kurikulum  yang  integritas  dengan  peserta didik maupun dengan lingkungan sekolah (Rusman, 2009: 4).

C. Bentuk-Bentuk kurikuluma.

Subject  matter/  subject  centered  curriculum,  yaitu  kurikulum  yang terdiri atas mata pelajaran yang terpisah-pisah. Meteri  yang dipelajari oleh  siswa  telah  disusun  secara  logis  oleh  para  ahli  bidang  studi. Contohnya : Sejarah, Biologi.b.Broad   field/   fused/correlated   curriculum,   yaitu   kurikulum   yang disusun dengan mengkorelasikan atau menggabungkan sejumlah mata pelajaran  dalam  satu  kesatuan  dengan  demikian  terjadi  perkawinan antar  mata  pelajaran  sejenis.  Contohnya  :  Ipa,Ips,Matematika,Bahasa Indonesia dan Kesenian.c.Integrated  Curriculum,  yaitu  kurikulum  yang  diorganisasikan  dalam bentuk  unit-unit  tanpa  harus  ada  mata  pelajaran  atau  bidang  studi. Pembelajaran  dilaksanakan  dengan  “unit  taching”  dan  materinya menggunakan  “unit  lesson”.  Pelajaran  disusun  bersama guru  dan murid,  mengandung  suatu  masalah  yang  luas,  menggunakan  metode “problem  solving”,  sesuai  dengan  minat  dan  perkembangan  anak. Contohnya: Agama,Bahasa,Perhitungan.d.Core  curriculum,  yaitu  kurikulum  inti  yang  diberikan  kepada  semua murid  untuk  mencapaikeseluruhan  program  kurikulum  secara  utuh. Contohnya : Agama, Ppkn.

D. Komponen Kurikuluma.TujuanKompenen    bertujuan    ini    selalu    berkaitan    dengan    hasil    yang diharapkan.  Biasanya  tujuan  ini  berkaitkan  dengan  sistem  nilai  yang dianut   oleh   masyarakat.   Biasanya rumusan   tujuan   juga   dapat menggambarkan  suatu  masyarakat  yang  di  cita-citakan.  Isi atau MateriKomponen isi atau materi ini biasanya berkaitan dengan seluruh aspek baik itu yang berkaitan dengan materi pelajaran atau kegiatan peserta didik   yang diarahkan   untuk   mencapai   tujuan   pendidikan. 

E. Strategi Pelaksanaan Komponen  strategi  biasanya  berkaitan  dengan  strategi  pembelajaran dalam melaksanakan kurikulum atau upaya-upaya dalam menyampaikan  materi  pembelajaran  supaya  dapat  tercapainya  tujuan dari pembelajaran tersebut.

F. Fungsi Kurikulum secara Umum dan KhususSecara  Umum  fungsi  kurikulum  sebagai  penyedia  dan  pengembang pendidikan bagi para peserta didik.Secara  Khusus  fungsi  kurikulum  supaya  para  pengajar  atau  guru terhindar  dari  berbagai  macam  hal  yang  tidak  sesuai  dengan  standar  atau kurikulum pendidikan, jadi intinya supaya guru tetap memberikan pelajaran kepada  para  siswa  sesuai  standar  atau  sesuai  kurikulum  yang  berlaku. Sebagai  pedoman  dalam  memperbaiki  pelaksanaan mengajar  jika  terjadi penyimpangan dari kurikulum yang sudah ditentukan, dan sebagai pedoman untuk   mengarahkan   ke   arah   yang   benar   dalam   melaksanakan   dan mengembangkan proses pembelajaran.

G. Manfaat Kurikuluma.Manfaat bagi guru

1. Sebagai pedoman merancang, mejalankan serta mengevaluasi hasil dari kegiatan pembelajaran.

2. Memberikan  pemhaman  untuk  pelajar/  guru  dalam  melaksanakan tugasnya.

Manfaat bagi sekolah, Mendorong dengan suksesnya pelaksanaan KTSP, Memberikan    peluang    sekolah    plus    guna    mengembangkan kurikulum sesuai kebutuhan.

2) Aktivitas Siswa

Proses belajar mengajar merupakan proses interaksi antara guru dengan peserta didik, didalamnya banyak kegiatan atau aktivitas yang dilakukan. Guru diharuskan mampu memanfaatkan beragam aktivitas yang mungkin dilakukan dalam pembelajaran agar mampu dengan mudah menyampaikan materi yang harus disampaikan dan siswa juga dengan mudah memahami materi yang disampaikan dengan variasi  jenis aktivitas belajar yang sesuai dengan gaya belajar masing-masing. Contoh-contoh aktivitas dalam belajar misalnya membaca, melihat gambar, bertanya, memberikan tanggapan, menulis cerita, hingga merasakan dengan emosi masing-masing saat belajar juga merupakan sebuah aktivitas belajar. Dengan kata lain, aktivitas belajar merupakan segala sesuatu yang dilakukan dan mempengaruhi proses belajar itu sendiri. Aktivitas belajar juga melibatkan indera-indera atau sensor dan alat yang dimiliki manusia untuk melakukan sesuatu. Indera-indera tersebut antara lain meliputi indera penglihatan (visual), pendengaran (listening), berbicara (oral), seluruh aktivitas fisik lain serta mental dan emosi.

 

Menurut Sardiman (2006: 100), aktivitas belajar meliputi aktivitas yang bersifat fisik maupun mental. Dalam kegiatan belajar kedua aktivitas tersebut harus selalu berkait. Aktivitas belajar siswa sangat kompleks. Paul B. Diedrich (Sardiman, 2006: 101), menyatakan bahwa kegiatan siswa digolongkan sebagai berikut:

·         Visual activities, diantaranya meliputi membaca, memperhatikan gambar demonstrasi, percobaan

·         Oral activities, seperti menyatakan, merumuskan, bertanya, memberi saran, dan mengeluarkan pendapat

·         Listening activities, seperti misalnya mendengarkan percakapan, diskusi dan pidato

·         Writing activities, misalnya menulis cerita, karangan, laporan dan menyalin.

·         Mental activities, misalnya menanggapi, mengingat, memecahkan soal, dan menganalisis.

·         Emotional activities, misalnya, menaruh minat, merasa bosan, gembira, bersemangat, bergairah, berani, tenang, gugup.

Kombinasi dan penggunaan dari variasi jenis aktivitas belajar diatas akan sangat membantu baik guru maupun siswa dalam pembelajaran sehingga memudahkan dalam pencapaian kompetensi dan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai. Namun perlu diperhatikan bahwa tidak semua jenis aktivitas belajar diatas harus ada dalam sebuah pembelajaran. Terdapat materi pelajaran yang tidak mampu dilakukan atau tidak sesuai dengan jenis akitvitas belajar tertentu. Dapat dilihat dari pengelompokan jenis aktivitas belajar diatas bahwa semua aktivitas yang dilakukan dan mempengaruhi belajar merupakan hal yang harus diperhatikan guru dalam melaksanakan pembelajaran bahkan dari perumusan dan perencanaan pembelajaran. Guru wajib mampu dalam memilih jenis aktivitas belajar yang tepat terhadap materi pembelajaran.

3) Pembelajaran

Pembelajaran adalah suatu usaha yang sengaja melibatkan dan menggunakan pengetahuan profesional yang dimiliki guru untuk mencapai tujuan kurikulum. Dalam UU No.20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas Pasal 1 Ayat 20, bahwa pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran adalah suatu usaha untuk membuat peserta didik belajar atau suatu kegiatan untuk membelajarkan peserta didik. Dengan kata lain, pembelajaran merupakan upaya menciptakan kondisi agar terjadi suatu kegiatan belajar. Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa pembelajaran pada dasarnya tidak menitik beratkan pada “apa yang dipelajari”, melainkan pembelajaran itu berupaya untuk menciptakan bagaimana siswa mengalami proses belajar, yaitu cara yang dilakukan untuk mencapai tujuan yang berkaitan dengan cara pengorganisasian materi, cara penyampaian pelajaran dan cara mengelola pembelajaran. Dampak dari tindakan pembelajaran adalah siswa akan 1) belajar sesuatu yang mereka tidak akan pelajari tanpa adanya tindakan pembelajar, atau 2) mempelajari sesuatu dengan cara yang lebih efisien. Dalam konteks pembelajaran, sama sekali tidak berarti memperbesar peranan siswa di satu pihak dan memperkecil peranan guru di pihak lain. Dalam istilah pembelajaran, guru tetap harus berperan secara optimal, demikian juga dengan siswa. Perbedaan dominasi dan aktivitasnya hanya pada perbedaan tugas-tugas atau perlakuan guru dan siswa terhadap materi dan proses pembelajaran.

Pendidik seringkali menyamakan istilah pengajaran dan pembelajaran. Padahal pengajaran (instructional) lebih mengarah pada pemberian pengetahuan dari pendidik kepada peserta didik yang kadang kala berlangsung secara sepihak. Sedangkan pembelajaran (learning) adalah suatu kegiatan yang berupaya membelajarkan siswa secara terintegrasi dengan memperhitungkan faktor lingkungan belajar, karakteristik siswa, karakteristik bidang studi serta berbagai strategi pembelajaran, baik penyampaian, pengelolaan maupun pengorganisasian pembelajaran. Pembelajaran pada hakekatnya adalah proses interaksi antara peserta didik dengan lingkungan, sehingga terjadi perubahan ke arah yang lebih baik. Dalam interaksi tersebut banyak sekali faktor yang mempengaruhinya, baik faktor internal yang datang dari dalam diri individu maupun faktor external yang datang dari lingkungan. Dalam pembelajaran, tugas guru yang paling utama adalah mengkondisikan lingkungan agar menunjang terjadinya perubahan perilaku bagi peserta didik. Umumnya pelaksanaan pembalajaran mencakup tiga hal: pre test, proses dan post tes.

    

Komentar