TUGAS3 (MAGANG 1)

 Nama : Nurdiana

Nim : 1191036

Kelas : PAI 4E

Makul : Magang 1

Dose Pengampu : Farninda Aditya, M.Pd


MENEJEMEN KELAS


Menejemen merupakan terjemahan dari kata "pengelolaan". karena terbawa oleh derasnya arus penambahan kata pungut kedalam bahasa indonesia, maka istilah inggris tersebut kemudian di indonesia menjadi "menejemen". artinya dalam menejemen adalah pengelolaan, ketatalaksanaan, penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai tujuan atau sasaran yang diinginkan. maka dapat di simpulkan bahwa pengelolaan atau menejemen adalah penyelenggaraan atau pengurusan agar sesuatu yang di kelola dapat berjalan dengan lancar, efektif dan efisien. 

sebelum kita membahas tentang menejemen kelas alangkah baiknya kita ketahui terlebih dahulu apa pengertian dari pada kelas itu sendiri. didalam didaktik terkandung suatu pengertian umum mengenai kelas, yaitu sekelompok siswa pada waktu yang sama menerima pelajaran yang sama dari guru yang sama pula. sedangkan kelas menurut pangertian umum dapat di bedadakan atas dua pandangan, yaitu pandangan dari segi fisik dan pandangan dari segi siswa. di samping itu Hadari Nawawi juga memandang kelas dari dua sudut yaitu :

A). Kelas dalam arti sempit ruangan yang di batasi oleh empat dinding tempat sejumlah siswa berkumpul  untuk mengikuti proses belajar mengajar kelas dalam pengertian  teradisional ini mengandung sifat statis karena sekedar menunjukan pengelompokan siswa menurut tingkat perkembangannya, antara lain berdasarkan atas batas umur kronologis masing-masing.

B). Kelas dalam arti luas, suatu masyarakat kecil yang merupakan bagian dari masyarakat sekolah, yang sebgaian satu kesatuan diorganisir menjadi unit kerja yang secara dinamis menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar yang kreatif untuk mencapai suatu tujuan. jadi dapat di ambil kesimpulan bahwa kelas diartikan sebagai ruang belajar atau rombongan belajar, yang di batasi oleh empat dinding atau tempat peserta didik belajar, dan tingkatan (grade). ia juga dapat di pandang sebgai kegiatan belajar yang di berikan oleh guru dalam suatu tempat, ruangan, tingkat dan waktu tertentu. 

setelah berbicara tentang pengertian dari menejemen dan kelas diatas, maka di bawah ini para ahli pendidikan mendefinisikan menejemen kelas, antara lain :

DR Hadari Nawawi berpendapat bahwa menejemen kelas diartikan sebagai kemampuan guru atau wali kelas dalam mendaya gunakan potensi kelas berupa pemberian kesempatan yang seluas-luasnya pada setiap personal untuk melakukan kegiatan-kegiatan kelas yang kreatif dan terarah sehingga waktu dan dana yang tersedia dapat di manfaatkan secara efisien untuk melakuakn kegiatan-kegiatan kelas yang berkaitan dengan kurikulum dan perkembangan murid. dari urayan di atas jelas bahwa program kelas akan berkembang bila mana guru/wali kelas mendayagunakan secara maksimal potensi kelas yang terdiri dari tiga unsur yaitu : guru, murid dan proses atau dinamika kelas.

Johanna Kasin Lemlech, dalam bukunya Drs. Cecep Wijaya "Classroom Lif : Planning Curriculum, organizing procedure and resources, arranging the environment to maximize efficienvy, monitoring student progres, anticipatng potential problems." menurut definisi itu, yang dimaksud dengan menejen kelas adalah usaha dari pihak guru untuk menata kehidupan kelas dimulai dari perencanaan kurikulumnya penataan prosedur dan sumber belajar, pengaturan lingkungannya untuk memaksimalkan efesiensi, memantau kemajuan siswa dan mengantisipasi masalah-masalah yang mungkin timbul. 

oleh penanggung jawab kegiatan belajar mengajar atau yang membantu dengan maksud agar dicapainya kondisi yang optimal sehinggga Dr.Suharsimi Arkuto berpendapat  bahwa menejemen kwelas adalah sutu usaha yang dilakukan terlaksana kegiatan belajar seperti yang di harapkan. 

Drs. Syaiful Bahri Djamarah berpendapat bahwa menejemen kelas adalah sustu upaya memberdyakan potensi kelas yang ada seoptimal mungkin untuk mendukung proses interaksi edukasi mencapai pembelajaran.

dari beberapa pendapat para ahli di atas dan masih banyak lagi pendapat yang lain. maka dapat di tarik kesimpulan bahwa menejen kelas merupakan upaya mengelola siswa didalam kelas yang dilakukan untuk menciptakan dan mempertahankan suasana/kondisi kelas yangb menunjang program pengajaran dengan jalan menciptakan dan mempertahankan motivasi siswa untuk selalu ikut terlibat dan berperan serta dalam proses pendidikan di sekolah. 

1. unsur-unsur menejemen

a. Man (manusia), dalam pendekatan ekonomi, sumberdaya manusia adalah salah satu faktor produksi selai tanah, modal, dan keterampilan. pandangan yang menyamakan manusia dengan faktor-fakor produksi lainnya dianggap tidak tepat baik dilhat dari konsep, filsafat, maupun moral. manusia merupakanunsur menejemen yang penting dalam mencapai tujuan perusahaan.

b. Money (uang), uang selalu di butuh kan dalam perusahaan, mulai dari pendirian perusahaan hingga pengurusan pengizinan pembangunan gedung kantor, pabrik, peralatan modal, pembayaran tenaga kerja, pembelian bahan mentah, dan trasportasi. para pemilik modal menyishkan sebagian dari kekayaannya untuk di gunakan sebagai modal dalam kegiatan produksi. dengan demikian uang merupakan salah satu unsur penting dalam melaksanakan produksi.

c. Materiel (bahan baku), perusahaan umumnya tidak menghasilkan sendiri bahan mentah yang di butuhkan tersebut, melainkan membeli dari pihak lain. untuk itu menejer perusahaan berusaha untuk memperoleh bahan mentah dengan harga yang paling murah, dengan cara menggunakan pengangkutan yang murah dan aman. disamping itu bahan mentah tersebyt akan di prose sedemikian rupa sehingga dapat menciptakan hasil secara efisien.

d. Machine (mesin), mesin mulai memegang peranan penting dalam proses produksi setelah terjadi revolusi industri dengan ditemukannya mesin uap sehingga banyak pekerjaan manusia yang di gantikan oleh mesin. perkembangan teknologi yang begitu pesat, menyebabkan penggunaan mesin semakin menonjol. hal ini karena banyak mesin-mesin baru yang di temukan oleh para ahli sehingga memungkinkan peningkatan dalam produksi.

e. Methode(metode), metode kerja sangat di butuhkan agar mekanisme kerja berjalan dengan efektif dan efisien. metode kerja yang sesui dengan kebutuhan organisasi, baik yang menyangkut proses produksi maupun administrasi tidak terjadi begitu saja melainkan memerlukan waktu yang lama. bahkan sering terjadi, untuk memperoleh metode kerja yang sesui dengan kebutuhan organisasi, pimpinan perusahaan meminta bantuan ahli. hal ini dilakukan karena penciptaan metode kerja, mekanisme kerja, sera prosedur kerja sangat besar manfaatnya.

f. Market(pasar), pasar merupakan tempat kita memasarkan produk yang telah di produksi. pasar sangat dibutuhkan dalam suatu perusahaan. pasar itu berupa masyarakat (pelanggan) itu sendiri. tanpa adanya pasar suatu perusahaan akan mengalami kebangkrutan. jadi perusahaan seharusnya memiliki menejemen pasar (pemasaran) yang baik (juga di dukung oleh pasar yang tepat) distribusi produk dapat berjalan dengan lancar dan sesui dengn apa yang diharapkan.

g. information(informasi), tentu saja informasi sangat di butuhkan dalam sustu prusahaan, informasi tentang apa yang sedang populer, apa yang sedang di sukai, apa yang sedang terjadi di masyarakat dan sebagainya. manejemen ionformasi sangat penting juga dalam menganalisis produk yang telah dan akan di pasarkan. 

ketujuh unsur menejemen tersebut lebuh dikenal dengan 6M + I. setiap unsur tersebut memiliki karakteristik yang berbeda. menejem tidak dapat berjalan dengan baik tanpa adanya unsur tersebut.

unsur-unsur pengelolaan kelas meliputi :

1. preventif, yaitu upaya yang dilakukan oleh guru untuk mencegah terjadinya gangguan dalam pembelajaran. beberapa upaya atau keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang guru untuk mendukung terhadap tindakan pervenntis antara lain :

a. tanggapan / peka, sikap tanggapan ini ditunjukan oleh kemampuan guru secara dini mempu dengan segera merespon terhadap beberapa prilaku atau aktivitas yang di anggap akan memngganggu pembelajaran atau berkembangnya sikap maupun sikap negatif dari siswa maupun lingkungan pembelajaran lainnya.

b. perhatian yaitu selalu mencurahkan perhatian pada berbagai aktivitas, lingkungan maupun segala sesuatu yang muncul. perhatian merupakan salah satu bentuk keterampilan atau kebiasaan yang harus dimiliki oleh guru. 

2. Referensif, keterampilanb referensif tidak diartikan sebagai tindakan kekerasan seperti halnya penanganan dalam gangguan keamanan. keterampilan referensi sebagai salah satu unsur dari keterampilan pengelolaan kelas.

3. Modifikasi tingkah laku, yaitu bahwa setiap tingkah laku dapat di amati.

a. pengelolan kelompok, untuk menangani permasalahan hendaknya dilakukan secara kolaborasi dan mengikutsertakan beberaa komponen atau unsur yang terkait.

b. diagnosis yaitu suatu keterampilan untuk mencapai unsur-unsur yang akan menjadi penyebab gangguan maupun unsur-unsur yang menjdi kekuatan bagi peningkatan proses pembelajaran.

C).  Fungsi Menejemen Kelas 

fungsi menejen adalah sebagai wahana bagi peserta didik untuk mengembangkan diri seoptimal mungkin, baik yang berkenaan dengan segi-segi potensi peserta didik yang lainnya. agar fungsi menejemen peserta didik dapat tercapai, ada beberapa fungsi menejen kelas tersebut sebagai berikut :

1. memberi guru pemahaman yang lebih jelas tentang tujuan pendidikan sekolah dan hubungannya dengan pengajaran yang dilaksanakan untuk mencapai tujuan itu. 

2. membantu guru memperjelas pemikiran tentang sumbangan pengajarannya terhdap pencapaian tujuan pendidikan. 

3. menambah keyakinan guru atas nilai-nilai pengajaran yang diberikan dan prosedur yang di gunakan.

4. membantu guru dalam rangka mengenal kebutuhan-kebutuhan murid, minat-minat murid, dan pendorongan motivasi belajar.

5. mengurangi kegiatan yang bersifat trial dan error dalam mengajar dengan adanya organisasi kurikulum yang lebih baik, metode yang tepat dan menghemat waktu.

6. murid-murid akan menghormati guru yang dengan sungguh-sungguh mempersiapkan diri untuk mengajar sesui dengan harapan-harapan mereka. 

7. memberikan kesempatan bagi guru-guru untuk memajukan pribadinya dan memperkembangkan profesiya.

8. membantu guru memiliki perasaan percayapada diri sendiri dan menjamin atas diri sendiri.

9.  membantu guru memilihara kegairahan mengajar dan senantiasa memberikan bahan-bahan yang up to dat kepada murid.

D. Tujuan Manajemen Kelas

tujuan menejemen kelas untuk mengatur kegiatan-kegiatan peserta didik agar kegiatan-kegiatan tersebut menunjukan proses pembelajaran di lembaga pendidikan (sekolah) lebih lanjut, prose pembelajaran di lembaga (sekolah) dapat berjalan lancar, tertib dan teratur sehingga dapat memberikan kontribusi bagi pencapaian tujuan sekolah dan tujuan pendidikan secara keseluruhan. 

adapun tujuan dari menejemen kelas adalah sebagai berikut:

a. agar pengajaran dapat dilakukan secara maksimal, sehingga tujuan pengajaran dapat dicapai secara efejtif dan efisien.

b. untu memberi kemudahan dalam usaha membantu kemajuan siswa dalam pelajarannya. dengan menejemen kelas, guru mudah untuk melihat dan mengetahui setiap kemajuan atau perkembangan yang di capai siswa terutama siswa yang tergolong lambat.

c. untuk memberi kemudahan dalam mengangkat masalah-masalah penting untuk dibicarakan dikelas demi perbaikan pengajaran pada masa mendatang.

jadi, menejemen kelas dimaksudkan untuk mencapai kondisi di dalam kelompok kelas yang berupa lingkungan kelas yang baik, yang memungkinkan siswa berbuat sesui dengan kemampuannya. kemudian, dengan menejemen kelas produknya harus sesui dengan tujuan yang hendak di capai sedang kan tujuan menejemen secara khusus dibagi menjadi dua yaitu tujuan untuk siswa dan tujuan untuk guru.

1. tujuan untuk siswa :

a. mendorong siswa untuk mengembangkan tanggung jawab individu terhadap tingkah lakunya dan kebutuhan untuk mengontrol diri sendiri.

b. membantu siswa untuk mengetahui tingkah laku yang sesui dengan tatatertib kelas dan memahami bahwa teguran guru merupakan suatu peringatan dan bukan kemarahan,

c. membangkitkan rasa tanggung jawab untuk melibatkan diri dalam tugas maupun pada kegiatan yang di adakan.

maka dapat disimpulkan bahwa tujuan dari pada menejemen kelas adalah agar setiap anak dikelas dapat bekerja dengan tertib, sehingga segera tercapai tujuan pengajaran secara efektif dan efisien.

2. tujuan untuk guru :

a. untuk mengembangkan pemahaman dalam penyajian pelajaran dengan pembukaan yang lancar dan kecepatan yang tepat.

untuk dapat menyadari akan kebutuhan dalam memberi petunjuk secara jelas kepada siswa.

c. untuk mempelajari bagaimana merespon secara efektif terdap tingkah laku siswa yang menganggu.

d. untuk memiliki strategi remedial yang lebih komperhensif yang dapat di gunakan dalam hubungan dengan masalah tingkah laku siswa yang muncul didalam kelas.

maka dapat di simpulkan bahwa agar setiap guru mampu menguasai kelas denagn menggunakan berbagai macam pendekatan dengan menyesuikan permasalahan yang ada sehingga tercapai suasana yang kondusif efeketif dan efisien. 


REFERENSI : 

https://core.ac.uk/download/pdf/228816301.pdf



Komentar