Tugas 1 (Magang)
Nama : Nurdiana
Nim : 11901036
Kelas PAI 4E
Mata Kuliah : Magang 1
Dosen pengampu : Farninda Aditya, M.Pd
KULTUR SEKOLAH
Berbicara mengenai kultur, didalam lingkungan sekolah kultur merupakan hal yang sangat penting untuk memebangun karakter, budi pekerti peserta didik atau anak-anak bangsa. kultul adalah sebuah toleransi dalam organisasi yang membentuk nilai-nilai, norma-norma dan karya-karya yang di wariskan antar generasi.
kultur sekolah adalah sebuah pola pikir, keyakinan, nilai terdahulu yang di abadikan dalah sebuah sejarah atau histori oleh warga sekolah. lembaga sekolah sebagai pihak internal seharusnya membangun kultur sekolah berdasarkan pemikiran-pemikiran lembaga yang di tunjang oleh gaya kepemimpinan kepala sekolah, guru, dan bahkan para peserta didik dan orang tua serta lingkungan sekitar sebagai pihak eksternal. kultur posistif sekolah seharusnya dapat mengembangkan dan mengarahkan seluruh warga sekolah menuju kepada perubahan-perubahan yang positif.
dalam upaya meningkatkan mutu dan kualitas suatu sekolah dituntut untuk teris menerus melakukan perbaikan atau pengembangan kualitas melalui peningkatan kultur sekolah. dalam hal ini tentu saja ada fungsi-fungsi tertetu yang ada di dalamnya diantaranya : sebagai alat untuk membangun jati diri, mendorong warga sekolah untuk memiliki komitmen yang tinggi, mendorong terbentuknya stabilitas dan dinamika sosial yang berkualitas.
Disekolah terdapat berbagai macam sistem sosial yang berkembang dari sekelompok individu yang saling berinteraksi, saling mempengaruhi dan di pengaruhi oleh lingkungan sekitar sehingga membentuk suatu perilaku yang baik atau buruk dari hasil hubungan individu dengan individu maupun dengan lingkungannya. sekolah sebagai tempat terjadinya proses pendidikan memiliki kebiasaan-kebiasaan yang sudah di terapkan sejak dulu untuk mendidik siswa. ketika kebiasaan-kebiasaan, tatacara dan norma-norma dari sekolah sudah di terapkan sejak dulu untuk keberlanjutan proses pendidikan disekolah dalam perkembangan saat itu, yang kemudian akan menjadi sebuah budaya sekolah (school culture). Budaya sekolah merupakan suatu hal yang tidak dapat dipisahkan dari sekolah sebab merupakan suatu yang dapat menjelaskan, menggambarkan dan mengidentifikasi mengenai sekolah tersebut baik secara nyata maupun tidak nyata. menjelaskan mengenai tujuan, visi dan misi dari adanya pembangunan sekolah tersebut. Pada sekolah budaya atau kultur merujuk pada suatu proses perwarisan nilai-nilai budaya yang dimiliki oleh sekelompok masyarakat.
Konsep kultur di dunia pendidikan merupakan situasi yang akan memberikan landasan dan arah untuk berlangsungnya suatu proses pembelajaran yang efektif dan efisien. kultur sekolah yang positif dapat memperbaiki kinerja sekolah, membangun komitmen warga sekolah serta membuat suasana kekeluargaan, kolaborasi ketahanan belajar, semangat terus maju, dorongan bekerja keras dan tidak mudah mengeluh. school culture sangat vital perannya bagi sebuah proses pendidikan, banyak anak yang memiliki bakat hebat, tapi karena kondisi sekolahnya tidak mendukung, anak dimaksud tidak tumbuh optimal, bakatnya terpendam, bahkan mati. sebaliknya anak yang kepintaran dan bakatnya sedang-sedang saja, tapi karena lingkungan sekolahnya bagus anak tersebut tumbuh sebagai anak yang mandiri dan sukses. hal yang serupa pembelajaran yang baik hanya dapat berlangsung pada sekolah yang memiliki kultur positif. kultur sekolah yang sehat akan berdampak kesuksesan siswa dan guru dibandingkan dengan damak bentuk reformasi pendidikan lainnya. kultur sekolah yang sehat dan positif berkaitan erat dengan motivasi dan persentai siswa serta produktivitas dan kepuasan guru.
Contoh beberapa kultur positif di dalam lingkungan sekolah
1. warga sekolah memiliki keyakinan hanya merekan yang belajar keras dan sungguh yang akan memperoleh prestasi tinggi.
2. memegang teguh bahwa prestasi dan proses mencapainya seperti dua sisi mata uang yang tidak dapat di pisahkan.
3. menjunjung tinggi nilai-nilai religius, norma sosial, etika dan moral.
4. membangun hubungan antara visi, misi dan aksi.
5. kepala sekolah, pendidikan dan tenaga kependidikan memiliki kinerja dan etos kerja yang baik dalam melaksanakan tugas dan fungsinya di sekolah.
Contoh beberapa kultur negatif dilingkungan sekolah
1. siswa memiliki keyakinan belajar asal-asalan apa adanya pasti naik kelas dan lulus.
2. siswa tidak antusias menerima tugas karena hanya akan membikian mereka harus belajar lebih banyak.
3. siswa malas belajar dikarenakan guru yang tidak menarik, tidak antusias dalam mengajar dan tidak menguasai materi.
4. kebijakan sekolah berupa pilih kasih.
5. mereka yang inovatif malah di kritik dan tidak disenangi.
membangun dan melakukan perubahan kultur sekolah tidak bisa melalui ceramah, selogan, atau himbawaan saja . perlu adanya kesungguhan dan komitmen yang kuat yang dilaksanakan secara konsisten dengan program-program aksi yang kongrit dengan strategi pengkondisian, pembiasaan, dan keteladanan baik dengan pendekatan struktural maupun kultural. pendekatan struktural dengan membuat kesepakatan berupa regulasi (peraturan, tatatertib dan sebagainya). yang mengikat siswa, guru dan seluruh warga sekolah lainnya , adanya program-program pembiasaan yang lambat laun akan menjadi budaya atau karakter sedangkan pendekatan kultural melalui interaksi dengan menanamkan nilai-nilai, sikap dan perilaku yang di integrasikan pada setiap mata pelajaran atau melalui kegiatan ekstra kulikuler dan yang terpending dengan cara membudayakan dengan keteladanan yang ditunjukan oleh kepala sekolah, pendidik dan tenaga kependidikan lainnya disekolah. disetiap sekolah memiliki kultur, tapi sekolah yang sukses hanyalah sekolah yang memiliki kultur positif yang sejalan dengan visi dan misi pendidikan yang menjadi arapan dan cita-cita seluruh warga sekolah.
Arah pengembangan kultur sekolah
standar moral yang tinggi, tanggung jawab, jujur, kebersamaan dan persatuan, sopan santun, bersih dan rapi, cinta tanah air, leadership, positif thinking dan optis. dalam melakukan kegiatan membangun, dibutuhkan suatu cara dan perbuatan, hal ini merupakan proses pembangunan berisi suatu kompleks tindakan manusia yang cukup rumit yang melibatkan sejumlah perantara dalam masyarakat. hampir semua tindakan masyarat adalah budaya. dalam pembangunan, masyarakat menjadi pelaku dan sekaligus objek dari aktivitas pembangunan. keterangan atau kolerasi antar masyarakat dan pembangunan akan terjadi melalui pengendalian dari kebudayaan. didalam kebudayaan, tatanan nilai menjadi inti dan basis bagi tindakan manusia. fungsi elemen nilai (cultural volue) bagi pembangunan adalah untuk mengevaluasi proses pembangunan agar tetap sesui dengan standar kadar manusia. manusia menjadi fokus bagi proses pelaksanaan pembangunan. salah satu yang utama dari proses tersebut adalah terbentuknya mentakitas pembangunan yang dapat mendorong secara positif gerak pembangunan. mentalitas pembangunan ini terwujud karea berbasiskan nilai budaya yang luhur, positif dan inovasif bagi pemunculan ide-ide gerak pembangunan. pembangunan dapat di artikan sebagai proses menata dan mengembangkan pranata-peranata dalam masyarakat, yang dudalam pranata tersebut berisi nilai-nilai dan norma-norma untuk mengatur dan memberi pedoman bagi eksitensi tindakan masyarakat. Setelan entri Label Tidak ada saran yang ak.
1. siswa malas belajar dikarenakan guru yang tidak menarik, tidak antusias dalam mengajar dan tidak menguasai materi.
2. kebijakan sekolah berupa pilih kasih.
3. mereka yang inovatif malah di kritik dan tidak disenangi.
membangun dan melakukan perubahan kultur sekolah tidak bisa melalui ceramah, selogan, atau himbawaan saja . perlu adanya kesungguhan dan komitmen yang kuat yang dilaksanakan secara konsisten dengan program-program aksi yang kongrit dengan strategi pengkondisian, pembiasaan, dan keteladanan baik dengan pendekatan struktural maupun kultural. pendekatan struktural dengan membuat kesepakatan berupa regulasi (peraturan, tatatertib dan sebagainya). yang mengikat siswa, guru dan seluruh warga sekolah lainnya , adanya program-program pembiasaan yang lambat laun akan menjadi budaya atau karakter sedangkan pendekatan kultural melalui interaksi dengan menanamkan nilai-nilai, sikap dan perilaku yang di integrasikan pada setiap mata pelajaran atau melalui kegiatan ekstra kulikuler dan yang terpending dengan cara membudayakan dengan keteladanan yang ditunjukan oleh kepala sekolah, pendidik dan tenaga kependidikan lainnya disekolah. disetiap sekolah memiliki kultur, tapi sekolah yang sukses hanyalah sekolah yang memiliki kultur positif yang sejalan dengan visi dan misi pendidikan yang menjadi arapan dan cita-cita seluruh warga sekolah.
Arah pengembangan kultur sekolah
standar moral yang tinggi, tanggung jawab, jujur, kebersamaan dan persatuan, sopan santun, bersih dan rapi, cinta tanah air, leadership, positif thinking dan optis. dalam melakukan kegiatan membangun, dibutuhkan suatu cara dan perbuatan, hal ini merupakan proses pembangunan berisi suatu kompleks tindakan manusia yang cukup rumit yang melibatkan sejumlah perantara dalam masyarakat. hampir semua tindakan masyarat adalah budaya. dalam pembangunan, masyarakat menjadi pelaku dan sekaligus objek dari aktivitas pembangunan. keterangan atau kolerasi antar masyarakat dan pembangunan akan terjadi melalui pengendalian dari kebudayaan. didalam kebudayaan, tatanan nilai menjadi inti dan basis bagi tindakan manusia. fungsi elemen nilai (cultural volue) bagi pembangunan adalah untuk mengevaluasi proses pembangunan agar tetap sesui dengan standar kadar manusia. manusia menjadi fokus bagi proses pelaksanaan pembangunan. salah satu yang utama dari proses tersebut adalah terbentuknya mentakitas pembangunan yang dapat mendorong secara positif gerak pembangunan. mentalitas pembangunan ini terwujud karea berbasiskan nilai budaya yang luhur, positif dan inovasif bagi pemunculan ide-ide gerak pembangunan. pembangunan dapat di artikan sebagai proses menata dan mengembangkan pranata-peranata dalam masyarakat, yang dudalam pranata tersebut berisi nilai-nilai dan norma-norma untuk mengatur dan memberi pedoman bagi eksitensi tindakan masyarakat. sejumlah perantara tersebut, antaralain pendidikan, agama, ekonomi, politik, ekologi, akan membentuk sutu keterkaitan fungsional guna mendukung, melegitimasi, dan mengevaluasi komplek tindakan manusia tersebut. dengan kata lain, pembangunan akan menyinggung isi pemeliharaan nilai dan norma masyarakat, namu sekaligus membuka ruang bagi isu perubahan sosial. hal ini logis karena setiap kegiatan dari pembangunan akan menuntut dan mengadopsi berbagai kondisi kemampanan yang telah diciptakan oleh masyarakat untuk terus dinamis. diasumsikan bahwa perubahan demi perubahan akan terjadi di dalam pembangunan. dengan demikian, adaptasi akan menjadi salah satu strategi utama dalam aktvitas masyarakat terhadap proses pembangunan.
beberapa upaya membangun kultur masyarakat sekolah dapat dilakukan dengan beberapa alternatif pilihan seperti yang akan diuraikan di bawah ini. hal ini penting mengingat problem terbesar bangsa ini adalah masalah motivasi dan etos. motivasi akan mampu menciptakan komitmen, komitmen akan melahirkan etos, etos akan menciptakan daya gerak, daya gerak akan menciptakan perubahan. kultur sekolah yang baik adalah yang mampu menciptakan perubahan. dan perubahan bermuara pada motivasi.
kedu, perlunya menejemen sekolah berbasis komunikasi. menejemen ini menekankan akan pentingnya kesadaran bahwa etos profesionalitas (mutu) sangat di tentukan oleh kualitas komunikasi . semakin jerni komunikasi sekolah, dapat di prediksi kultur sekolah yang jernih pula. sekolah dalam menejeman prasangka, misalnya tidak akan terjadi karena chanel komunikasi telah terfasilitasi.
ketiga, perlunya menejemen sekolah berbasis reward and punishmen. artinya dalam kepemimpinan moderen dua hal itu merupakan "bahasa komunikasi profesional" yang mutlat di butuhkan. sehingga penempatan orang di dasarkan penghargaan atas kualitas kerja bukan pada like dan dislike. sedangkan, hukuman penting dipikirkan untuk menegakan aturan main institusi sehingga kultur sekolah berjalan atas aturan baku yang mengikat dan tidak pandang bulu.
keempat, perlunya menejeman sekolah berbasis baca tulis. menejemen ini, nyaris tidak pernah tersentuh oleh sekolah. takpernah terpikirkan bahwa guru (komponen sekolah) setiap saat penting untuk meningkatkan kualitas melalui dua budaya ini. hal ini mengingat dua hal tersebut merupakan unsur penting dalam tradisi pengembangan SDM mutakhir untuk menuju kultur sekolah yang berkualitas.
kultur masyarakat sekolah adalah segala aktivitas yang disekati dan yang dilakukan sekolah oleh warga sekolah. kultur masyarakat sekolah dalam kondisi positif akan menciptakan suasana kondusif bagi tercapainya visi dan misi sekolah, demikian sebaliknya kultur yang negatif akan membuat pencapaian visi dan misi sekolah mengalami banyak kendala. kultur sekolah yang baik misalnya kemauan menghargai hasil karya orang lain, kesungguhan dalam melaksanakan tugas dan kewajiban, motivasi untuk selalu berprestasi, komitmen, serta dedikasi kepada tanggung jawab.
pembangunan yang dilakukan senantiasa akan menyinggung isu pemeliharaan nilai dan norma masyarakat, namun sekaligus membuka ruang bagi isu perbuatan sosial. hal ini logis, karena setiap kegiatan dari pembangunan akan menuntut dan mengadopsi berbagai kondisi kemampuan yang telah diciptakan oleh masyarakat untuk terus dinamis. diasumsikan bahwa perubahan demi perubahan akan terjado di dalam pembangunan.
dengan demikian, adaptasi akan menjadi salah satu strategi utama dalam aktivitas masyarakat terhadap proses pembangunan. oleh sebab itu dibutuhkan upaya dalam membangun kultur masyarakat sekolah diantaranya melalui perbaikan menejemen sekolah dalam membangun motivasi, komunikasi hingga hal-hal yang positif akan senantiasa tumbuh dan berkembang dalam lingkungan sekolah.
Referensi :
https://media.neliti.com/media/publications/29297-ID-membangun-kultur-masyarakat-sekolah.pdf
Komentar
Posting Komentar